National Talkshow Kalbis Institute 2017 Indonesian Economic and Business Outlook 2018

09 Dec 2017
Share on Facebook
Share on Twitter
 

Jakarta (09/12). Berbagai media memberitakan bahwa sejumlah tantangan serius menanti ekonomi dan bisnis Indonesia di tahun 2018, baik tantangan domestik maupun global. Resiko ketidakstabilan ekonomi global masih kuat dengan bahaya laten gejolak geopolitik, seperti ketegangan kawasan Laut China  Selatan dan Timur Tengah. Ditambah lagi dengan masih adanya politik proteksi Amerika Serikat dan reformasi struktur ekonomi China.  Di sisi lain, muncul optimisme dipicu tren positif pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini yang diprediksi akan bertahan dengan asumsi makro RAPBN 2018 dipatok 5,2-5,6%. Tetapi, bagaimana sebenarnya arsitektur ekonomi dan bisnis Indonesia tahun 2018 ? Bagaimana dengan perkembangan bisnis dan usaha itu sendiri ? Demikian diungkapkan oleh Dr. Joseph M J Renwarin, Ketua Panitia (Program Chairman) National Talkshow 2017 Kalbis Institute Jakarta. Tema acara : “Indonesian Economic?s and Business Outlook 2018”, yang dihadiri oleh para Mahasiswa Pasca Sarjana Magister Manajemen, Alumni Magister Manajemen, Mahasiswa S 1, serta para tamu VVIP yakni para Direksi dari 30 perusahaan yang merupakan partner atau mitra Kalbis Institute, dimana Kalbis adalah Lembaga Pendidikan yang mempersiapkan mahasiswa siap terap dan siap kerja.

National Talkshow 2017 Kalbis Institute Jakarta ini adalah merupakan rangkaian Lustrum 1 dan dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Desember 2017 di Ruang Seminar Lantai 6. National Talkshow 2017 kali ini menghadirkan para pakar dibidangnya. Empat narasumber yang dihadirkan memiliki kapasitas sebagai guru perekonomian nasional, ditunjang oleh latar belakang sebagai praktisi bisnis dan teknokrat penentu kebijakan makro ekonomi sehingga legitim memberi analisis komprehensif. Mereka adalah Prof. Dr. dr. Farid. A Moeloek, SPOG (Komisaris PT Kalbe Farma Tbk), Ignatius Susatyo Wijoyo (Direktur Utama PT Mandiri Tunas Finance), Parulian Sihotang, Ph.D (Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas), dan Dr. Bayu Krisnamukti (Mantan Wakil Menteri Kementrian Perdagangan).

Keempat narasumber menyajikan kajian-kajian strategis maupun praktis mengenai gejolak ekonomi, inflasi dan suku bunga, serta perkembangan harga-harga, baik dalam lingkup makro maupun mikro, dalam mengambil keputusan strategis, dengan memperhitungkan fenomena revolusi teknologi informasi serta perubahan pola perilaku konsumen. Banyak insight praktis dan strategis yang dirasakan para peserta yang hadir, apalagi mereka adalah pelaku-pelaku industri dari berbagai kalangan. Diskusi yang berlansung selama beberapa jam, menghasilkan beberapa kajian-kajian bisnis sehingga mempertajam antisipasi strategis perusahaan-perusahaan di berbagai industri dalam menghadapi persaingan tahun 2018. Bagi kalangan perguruan tinggi, mendapatkan insight kritikal untuk mengantisipasi kebutuhan akademik khususnya dalam penyusunan kurikulum yang sejalan dengan iklim bisnis terutama mendukung pencetakan tenaga kerja siap terap dan siap pakai. Bagi Mahasiswa, National Talkshow ini, memberi gambaran dalam membaca dan mengevaluasi fenomena bisnis di masa depan terutama dalam menyusun tugas akhir kuliah.

Kegiatan National Talkshow 2107 ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama membahas prediksi atas gejolak-gejolak ekonomi, inflasi, dan suku bunga, serta perkembangan harga minyak dan gas. Sesi kedua akan membahas mengenai inovasi-inovasi bisnis dan financial technology (Fin-tech).  Hasil diskusi dibuat dalam bentuk kesimpulan dan disahkan oleh para peserta. Kegiatan National Talkshow berlangsung secara kondusif dan nyaman dengan format round-tables discussion yang menciptakan atmosfer santai, sambil menikmati breakfast dan suguhan atraksi dari Unit-Unit Kegiatan Mahasiswa Kalbis Institute.

Artikel Lain view all stories