Lima Alat Penting yang Harus Dimiliki Mahasiswa Arsitek

31 Jul 2018
Share on Facebook
Share on Twitter

Memasuki masa studi baru merupakan hal yang mendebarkan bagi sebagian mahasiswa, terutama mahasiswa baru. Beberapa mahasiswa mungkin masih awam dengan dunia arsitektur, terutama mengenai perangkat yang akan digunakan selama masa awal perkuliahan. Nah, artikel ini akan membahas mengenai beberapa alat gambar yang memiliki peran penting selama perkuliahan di jurusan Arsitektur.

1.    Pensil
Pensil merupakan alat tulis yang umum digunakan sejak masa kanak kanak hingga dewasa. Namum apakah yang membedakan pensil dalam dunia perkuliahan arsitektur?
Mahasiswa tingkat awal pada umumnya akan mengasah kemampuan estetika menggambar baik menggunakan pensil maupun tinta. Pensil yang digunakan pada umumnya memiliki variasi kekerasan grafit sesuai dengan fungsinya masing masing. Seperti misalnya untuk menggambar garis dengan akurasi tinggi menggunakan pensil 4H, sebaliknya untuk membuat gambar baris yang tebal digunakan pensil HB atau B. Selain pensil kayu, jenis pensil yang biasa digunakan dalam dunia arsitektur adalah pensil sketsa. Umumnya pensil sketsa berbentuk seperti pensil mekanik dengan ketebalan mata pensil 2mm. Pensil jenis ini biasanya menjadi salah satu item wajib baik bagi mahasiswa maupun arsitek rofesional karena praktis untuk digunakan.

2.    Pena Teknik
Pena teknik merupakan salah satu alat gampar penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa arsitektur. Baik mahasiswa tingkat awal maupun tingkat akhir. Secara umum pena teknik memiliki ketebalan yang bervariasi mulai dari 0.1 mm hingga 0.2 mm. Kisaran harga nya pun bervariasi mulai dari yang murah hingga mahal. Pada umumnya 1 set pena teknik berisikan 4 buah pena dengan ketebalan berbeda yaitu 0.25, 0.35, 0.5 dan 0.7 mm. Fungsi dari pena teknik sangat beragam, mulai dari membuat sketsa ide hingga membuat gambar teknik yang presisi. Pena teknik biasanya sangat digunakan untuk membuat perbedaan notasi garis untuk gambar denah dan gambar potongan bangunan.

3.    Penggaris teknik segitiga
Jika pada saat SMA penggaris yang digunakan pada umumnya hanya berupa penggaris batang, maka hal ini akan terasa sedikit berbeda saat memulai perkuliahan di jurusan arsitektur. Walaupun penggaris batang masih digunakan, namun biasanya yang lebih sering digunakan sebagai alat bantu gambar adalah penggaris teknik segitiga. Penggaris ini berbentuk segitiga sama kaki dengan ukuran diketiga sisinya. Selain itu terdapat grid di seluruh permukaan penggaris yang memudahkan dalam menggambar teknik. Penggaris ini juga dilengkapi dengan busur derajat sehingga akan sangat membantu dalam proses pembuatan desain.

4.    Tabung Gambar
Bagi kalian yang baru mengenal dunia arsitektur, maka alat yang satu ini mungkin terlihat asing. Fungsi utama tabung gambar adalah untuk membawa kertas gambar agar terlindung dari panas dan hujan. Selain itu tabung gambar meminimalisir adanya kerusakan pada gambar akibat tekukan atau lib=patan kertas. Pada umumnya tabung gambar memiliki diameter 8cm dan panjang tabung hingga mencapai 108cm. Sebingga bisa menampung ukuran kertas hingga a1.

5.    Sktetch Book
Well, seperti yang diketahui khalayak umum, bahwa profesi arsitek identik dengan kegiatan menggambar. Kegiatan ini bisa dilakukan spontan kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu bisanya arsitek dan mahasiswa biasa membawa sketcbook saat berpergian. Sketbook sendiri memiliki berbagai ukuran mulai dari A5, A4, A3, bahkan ada yang berukuran A2. Namum pada umumnya yang banyak digunakan adalah ukuran A5 dan A3. Ukuran a5 biasanya dibawa untuk kepentingan sketch on the spot. Sedangkan sketchbook ukuran A3 biasanya digunakan untuk membuat gambar karya yang lebih besar. Terutama bagi mahasiswa arsitektur tingkat awal yang masih menggunakan teknik menggambar manual.

Dengan daftar peralatan di atas, maka proses menggambar dan membuat desain akan lebih mudah, sehingga akan memperlancar jalanya proses perkuliahan. Selain kelima benda yang telah disebutkan di atas, tentunya masih ada 1 hal penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa arsitektur, yaitu skill dan passion. Pernah mendengar istilah “Man behind the Gun “ ?istilah ini menggambarkan bahwa yang terpenting bukanlah senjatanya, melainkan orang yang mengoperasikan senjata tersebut. Demikian pula dengan perkuliahan di arsitektur, sebagus apapun alatnya apabila tidak dibarengi dengan skill makan tidak akan maksimal. Oleh karena itu, kiranya penggunaan alat yang baik juga diimbangi dengn latihan yang mumpuni. Selamat berkarya!


Artikel Lain view all stories