Seminar Internasional Fraud Awareness 2025, Wagub Rano Tekankan Pendidikan Antifraud sebagai Penjaga Kepercayaan Publik November 19, 2025
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, membuka Seminar Internasional Fraud Awareness Week 2025 di Universitas Kalbis, Kayu Putih, Jakarta Timur, pada Senin (17/11). Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa fondasi negara modern dibangun melalui transparansi, akuntabilitas, dan keberanian menolak kecurangan.

“Di tengah hiruk pikuk kota besar, lewat seminar ini kita diajak merenungkan sesuatu yang sederhana, namun kerap diabaikan, bahwa kepercayaan adalah fondasi negara modern. Kepercayaan publik membutuhkan para penjaga, yaitu transparansi, akuntabilitas, dan keberanian untuk menolak kecurangan,” urainya.
Menurut Wagub Rano, tema seminar “Strengthening Transparency and Accountability through Anti-Fraud Education” menjadi pengingat bahwa integritas harus dirawat setiap hari. Sebuah seruan bahwa masyarakat hanya dapat tumbuh kuat bila dibangun di atas kepercayaan.
“Saya menghargai Universitas Kalbis yang terus memelihara ruang belajar seperti ini. Pemahaman tentang fraud bukan sekadar soal keuangan. Bila kita melihat fraud dalam arti luas, dampaknya bisa sangat mengerikan,” ujarnya.
Wagub Rano menambahkan, praktik kecurangan bisa membawa dampak luas hingga mengganggu stabilitas negara. Salah satu contoh yang ia soroti adalah situasi di Amerika Serikat yang terdampak shutdown anggaran, menyebabkan ribuan pekerja tak menerima gaji hingga menghambat aktivitas penerbangan.
Karena itu, ruang pembelajaran mengenai kepercayaan dan integritas perlu dibuka sejak dini, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA, anak-anak harus dibekali pemahaman bahwa kejujuran adalah fondasi hidup.
“Kampus juga menjadi tempat memelihara harapan, tempat generasi muda tumbuh dengan pandangan jernih dan tekad menjaga nilai kejujuran dalam profesi apa pun yang kelak mereka jalani,” lanjutnya.
Lebih jauh, Wagub Rano menekankan bahwa pada akhirnya integritas kembali pada manusianya. Ia menilai perguruan tinggi memegang peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa agar mampu bekerja dengan juju, meski tanpa pengawasan. Dalam konteks itu, ia menilai kolaborasi Kalbis University dengan ACFE Indonesia Chapter, Kedutaan Besar Filipina, dan Dewan Pemuda Malaysia merupakan langkah strategis yang akan memperkuat komitmen ASEAN terhadap isu antikecurangan.
“Semoga seminar ini menjadi pintu masuk bagi para mahasiswa untuk memahami bahwa mencegah fraud bukan hanya soal regulasi atau audit, tetapi soal karakter dan tanggung jawab sosial. Saya berharap forum ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menajamkan kesadaran bahwa setiap tindakan kecil yang jujur adalah kontribusi bagi masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
Berita